Makna Haji (Bag. 1)



Apakah setiap orang yang menjalankan ibadah haji layak mendapatkan kesempatan untuk masuk surga-Nya Allah? Apakah ibadah haji hanya sekedar tour biasa, penghabisan tenaga dan uang, atau secara ikhlas dan sadar menyerahkan diri ini seutuhnya kepada Allah? Apakah diri ini sanggup meninggalkan sifat dunia ke rumah Allah rumahnya umat manusia Muslim dari seluruh penjuru dunia? Berikut adalah pemaparan Dr. Ali Syariati dengan buku yang berjudul Makna Haji yang penulis ringkas dengan harapan memberikan manfaat serta renungan bagi anda dalam memaknai haji yang dimana merupakan rukun dalam Islam yang wajib dijalankan bagi yang mampu;

Ushul Fiqh dan Fiqh

Subjek yang dikaji adalah mengenai prinsip-prinsip yurisprudensi. Dua kajiannya meliputi yurisprudensi (Fiqh) dan prinsip-prinsip nya (Ushul). Dalam kata Arab Fiqh adalah pemahaman yang mendalam. Ushul adalah mengenai dasar-dasar sesuatu. Dalam Al-Quran dan hadits, Nabi Muhammad pun mengatakan bahwa setorang Muslim haruslah memahami agamanya secara mendalam.  Maka apabila seorang Muslim ingin menjelaskan sesuatu kepada orang lain apa yang dipahami, maka ia harus bersumber dari data autentik. Diperlukan pemahaman yang cermat dan mendalam. Untuk mengkaji Fiqh diperlukan beberapa cabang ilmu pengetahuan yaitu Bahasa Arab, tafsir Al-Quran, logika, kajian hadits, kajian perawi (mengetahuu identitas yang meriwayatkan hadits), dan ushul Fiqh (kaidah untuk menyimpulkan hukum Islam). Menurut pandangan Ahlu Bayt sumber Fiqh terbagi menjadi 4 yaitu Al-Quran, Sunnah, konsensus, dan penalaran. Sedangkan menurut pandangan Sunni yaitu Abu Hanifah qiyas (analogi) merupakan dalil keempat. Sedangkan dalam pandangan Sunni Maliki dan Hanbali tidak mengindahkan analogi apapun. Pengikut Syafi'i pun demikian lebih memperhatikan hadits. Persoalan yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah meliputi perintah-perintah, larangan-larangan, hal umum dan khusus, yang mutlak dan bersyarat, makna implisit, abstrak dan yang jelas, dan yang dihapus serta menghapus. 

Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara

Pendidikan Nasional
            Awal mulanya di Indonesia tidak mengenal adanya sistem pendidikan sebelum pemerintahan Belanda mendirikan sekolah khusus. Sekolah yang didirikan Belanda hanya didirikan khusus anak-anak Belanda, orang-orang pribumi yang orang tuanya bekerja dengan Belanda, ataupun anak-anak jaksa, serta banyak alasan lainnya yang dimana anak-anak pribumi susah untuk mengenyam pendidikan. Ki Hajar Dewantara sendiri memiliki usul untuk mendirikan pendidikan berbasis nasional. Kala itu sudah ada pendidikan untuk pribumi namun masih menggunakan Bahasa Belanda. Karena lulusan sekolah tersebut akan mendapat jaminan hidup yang layak. Sungguh miris pandangan pelajar baik masa dahulu hingga sekarang menganggap bahwa pendidikan hanya sekedar mencari uang. Ki Hajar sendiri banyak melakukan perubahan sistem pendidikan sesuai dengan kultur bangsa Indonesia sehingga pemuda dan pemudi tidak hilang rasa nasionalismenya. Pendidikan paling penting adalah budi pekerti, bagaimana bertingkah laku antara laki-laki dan perempuan, pengajaran kebangsaan, pendirin Taman Siswa agar mempermudah proses pembelajaran.

Belajar Ilmu Hukum

Ilmu Hukum yang berkembang di Indonesia berasal dari bahasa Jerman, kemudian diadopsi oleh Belanda, dan sampailah di Batavia. Sementara dalam bidang pendidikan, Universitas Gadjah Mada yang pertama kali memperkenalkan ilmu hukum kepada mahasiswanya dan kemudian diikuti oleh universitas lainnya. Penghantar ilmu hukum merupakan bagi landasan materi hukum lainnya dalam cakupan yang lebih besar. Ilmu-ilmu yang membantu ilmu hukum seperti sejarah hukum (perkembangan dan asal usul hukum dalam masyarakat), politik hukum (menentukan/memilih hukum mana yang sesuai dengan perkembangan masyrakat), ilmu hukum positif (hukum yang berlaku pada waktu dan tempat tertentu), sosiologi hukum (hubungan antara hukum dan gejala sosial), dan filsafat hukum (mempermasalahkan hukum dari berbagai pertanyaan). Pengertian hukum sendiri memiliki banyak pendapat oleh para pakar. Secara umum, hukum merupakan aturan mengenai tingkah laku manusia yang dibuat oleh badan yang berwenang dan akan dikenakan sanksi apabila dilanggar. Hukum mengatur manusia dari ia sebelum lahir sampai meninggal dunia.

Hukum Perdagangan Internasional

Paradigma Hukum Perdagangan Internasional
            Sebagai akademis atau sebagai masyarakat umumnya kita tidak hanya ditekankan kepada memahami aturan perdagangan secara internasional melainkan memahami sistem aturan perdagangan internasional serta efek yang ditimbulkan pada masyarakat Indonesia sendiri. Perkembangan teori ekonomi sedemikian pesat sesuai dengan perdagangan yang dari mulai barter hingga menargetkan harga pada setiap barang dengan uang sebagai pertukaran. Perdangan internasional tidak hanya berdampak kepada negara maju, bahkan negara berkembang yang seperti kita ketahui sebagian mengikuti perjanjian Internasional karena mendesak bahkan kurang memahami apa yang diperjanjikan.

Relevansi Ilmu Hukum dan Psikologi

Mari memulainya dengan sebuah contoh kasus; “apabila seorang si A menghadapi masalah di mana nyawanya terancam akibat perlakuan dari si B, maka dalam keadaan seperti itu psikologi si A akan merespon untuk membela dirinya sendiri, terlepas apakah itu nantinya perbuatan tersebut melawan hukum atau tidak.” Seperti contoh kasus tadi, inilah yang dipelajari dalam psikologi hukum. Ruang lingkup dan subjek pembahasan psikologi hukum menurut Brian L. Cutler terbagi menjadi 17 bahasan pokok yaitu kompetensi kriminal, pertanggungjawaban pidana, pidana mati, perceraian dan pemeliharaan anak, pendidikan dan perkembangan profesional, memori saksi mata, penilaian forensik dalam kasus pidana dan perdata, pelanggaran hukum yang masih anak-anak, dan banyak lainnya.

Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara



Banyaknya makalah yang beredar mengenai kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat menjadi bahan pertimbangan dimana misi NU sendiri untuk mencapai kemaslahatan masyarakat secara luas baik dalam beragama maupun berbudaya. Kumpulan ini baru dapat terealisasikan melalui buku yang berjudul Islam Sumber Insiprasi Budaya Nusantara yang disusun oleh Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dengan bantuaAbdul Mu’nim DZ. Ideologi NU sendiri masih berpegang kepada Pancasila  dan lebih kepada membuat Islam menjadi hadir di tengah Nusantara yang berbagai macam budaya, etnis, ras, bahkan agama.

New Think and Grow Rich

Dalam buku New Think and Grow Rich karya Napoleon Hill menyampaikan berbagai macam rahasia untuk meraih kesuksesan finansial. Buku ini menyampaikan berbagai macam kisah hidup orang-orang luar biasa yang sukses dan mendunia. Berikut simpul yang dapat dalam buku ini, semoga dapat memotivasi teman-teman dalam menggapai sesuatu yang diinginkan; 

Pancasila Bingkai Hukum Indonesia

Founding fathers Negara ini menemukan ciri khas yang dapat dijadikan ideologi serta pedoman bangsa ini untuk mengatur segala aspek kehidupan dalam masyarakatnya yaitu lahirnya Pancasila. Awal mula Pancasila tidak serta tersusun dalam 5 sila seperti yang kita ketahui saat ini, perlu banyak rumusan serta rincian hal-hal penting untuk kemaslahatan segala golongan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk agar tidak mencederai beberapa golongan.

Politik Hukum Agraria

Munculnya Undang-Undang Pokok Agraria nomor 5 Tahun 1960 merupakan aturan yang menghapus mengenai aturan kolonialisme terdahulu, feodalisme, bahkan sampai kepada dualistik yang masih sangat kental dianut dalam masyarakat. Dalam kolonialisme dihapusnya aturan kolonial Belanda yang tidak mempertimbangkan Hukum Adat setempat. Munculnya Undang-Undang Pokok Agraria atau yang disingkat dengan UUPA ini merupakan bentuk idealisme bangsa Indonesia sendiri yang sesuai dengan UUD dan Pancasila dimana Negara yang berkuasa atas berbagai faktor yang seperti tertuang dalam UUPA Pasal 33 Ayat 3 bahwa bumi, air, serta kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan berarti mematahkan kekuasan Negara serta individualisme kepemilikan berlebihan dalam masyarakat.

Keesaan Tuhan adalah Keyakinan yang Rasional

Pertentangan mengenai agama dan ilmu pengetahuan selalu ada sejak dahulu hingga sekarang. Padahal agama dan ilmu pengetahuan saling terkait satu sama lainnya. Seperti yang dikatan oleh Albert Einstein bahwa ilmu pengetahuan tanpa agama; lumpuh, dan agama tanpa ilmu pengetahuan; buta. Tak heran bila penemu mengatakan bahwa masa depan ditentukan oleh generasi sekarang bagaimana mereka mengaplikasikan mengenai agama dan ilmu pengetahuan. Tidak semua pertanyaan mengenai penciptaan alam ini akan dijawab oleh ilmu pengetahuan. Dan tidak semua ajaran agama diterima mentah-mentah oleh akal.

9 Metode Belajar yang Progresif

Sudahkah anda belajar kembali tentang cara belajar? Sebagian orang-orang memiliki cara yang berbeda dan kecerdasan yang berbeda dalam belajar. Ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari, para remaja dan anak-anak di sekolah tidak dapat dikatakan kurang cerdas apabila ia tidak berhasil dalam akademik, mungkin saja mereka berprestasi dalam nonakademik sehingga orang tua dan guru harus jeli dalam melihat potensi anak. Jika anda membaca buku Quantum Learning Bobbi de Porter atau setidaknya menonton film Like Stars from The Earth yang dibintangi oleh aktor bollywood Aamir Khan, anda akan mendapati bahwa sebenarnya tidak ada remaja atau anak-anak yang bodoh, hanya saja mereka belum menemukan metode belajar yang tepat dan menyenangkan. Berikut ini adalah beberapa metode belajar yang progresif

Kematian adalah Sisi Lain Kehidupan


Kebanyakan manusia takut terhadap kematian. Padahal percaya dengan kematian dan kehidupan akhirat merupakan salah satu parameter keberimanan seseorang. Kematian bukanlah sesuatu yang berlawanan dengan kehidupan. Dua hal ini berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Kehidupan adalah ujian dan bekal ketika menuju kematian. Dalam buku Psikologi Kematian karya Komaruddin Hidayat berisi tentang bagaimana mengubah ketakutan menjadi optimis dalam menghadapi kematian. Berikut ulasan singkatnya;