Serigala
Betina. Saya memikirkan jauh sebelum saya lebih mendalam memahami isi buku ini.
Mengapa seorang Psikolog sekaligus feminism seperti Ester Lianawati
menggambarkan perempuan sebagai serigala betina? Ternyata disitulah adanya
pembahasan penggambaran ciri-ciri serigala betina yang berarti berani, peduli,
dan mampu beradaptasi dalam segala kondisi dan situasi. Itulah alasan utama
saya menyukai buku ini. Saya suka ungkapan serigala betina, diluar terlihat
keras tetapi di dalam sangat lembut. Alasan kedua mengapa saya menyukai buku
ini adalah Ester mengajak kita untuk menelisik diri sendiri. Menelisik diri
sendiri adalah hal yang sangat mendalam dan sangat tidak mengenakkan. Kita
melihat luka dalam yang kita tutup rapat-rapat di sudut tergelap hati kita,
menyadarkan kita bagaimana kita dituntut untuk menjadi perempuan baik-baik
dalam masyarakat patriakis, bahkan mengingatkan Kembali bahwa kita sebagai
perempuan tidak pernah dididik untuk mengambil keputusan untuk diri sendiri
misalnya. Buku yang ditulis Ester ini adalah perpaduan antara Psikologi dan feminism.
Ester sama halnya dengan saya atau mungkin beberapa dari kalian. Perempuan yang
naif, permasalahan yang kompleks, dan perempuan yang terkungkung dalam
nilai-nilai patriakis.
Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan - Pramoedya Ananta Toer
Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Manusia
Langganan:
Postingan (Atom)
