Tafsir Kebahagiaan

Pernahkah kita berfikir mengapa Tuhan memberikan sedikit banyak kesulitan atau penderitaan kepada umatnya? Bila dari perspektif saya pribadi, kesulitan yang saya alami oleh diri saya sendiri hanya karena 2 hal. Pertama adalah ujian buat saya apakah saya bisa lebih bersabar. Kedua adalah merupakan balasan atas diri saya telah melanggar ketentuan yang telah Tuhan tetapkan atau bahkan lebih parahnya adalah menyakiti orang lain baik itu saya sadari maupun tidak saya sadari. Ini hanya perspektif saya saja. Dalam buku Jalaluddin Rakhmat tentang Tafsir Kebahagiaan dijelaskan bagaimana pesan yang disampaikan Al-Quran dalam menyikapi kesulitan hidup. Sesungguhnya dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Seperti yang tertuang dalam Surah al-Insirah: 5-6 (sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bersama kesulitan benar-benar ada kemudahan) Bagaimana bisa dua hal yang kontradiksi bisa sejalan? Pernahkah kita menyadari ketika melalui kesulitan dan sabar dalam melewatinya, tentu akan terasa mudah bukan melewatinya? Coba perhatikan muazin ketika mengumandangkan azan yang dimana salah satunya berbunyi hayya 'ala al-falah yang dimana artinya marilah meraih kebahagiaan. Menganjurkan umat Islam untuk berbondong-bondong meraih kebahagiaan.