Banyaknya
makalah yang beredar mengenai kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat menjadi
bahan pertimbangan dimana misi NU sendiri untuk mencapai kemaslahatan
masyarakat secara luas baik dalam beragama maupun berbudaya. Kumpulan ini baru
dapat terealisasikan melalui buku yang berjudul Islam Sumber Insiprasi Budaya
Nusantara yang disusun oleh Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dengan bantuaAbdul
Mu’nim DZ. Ideologi NU sendiri masih berpegang kepada Pancasila dan lebih kepada membuat Islam menjadi hadir
di tengah Nusantara yang berbagai macam budaya, etnis, ras, bahkan agama.
Pergulatan Pesantren dan NU dalam
Masalah Kebangsaan
Makna kembali ke pesantren adalah
memahami nilai-nilai ajaran Islam untuk kembali kepada hakikatnya. Bahkan dari
pesantren desa sendiripun dapat membangun negara. Mengapa demikian? Karena
melalui ajaran pesantren tidak hanya difokuskan kepada ajaran keagamaan saja
melainkan ditanamkan nila-nilai kenegaraan dan kebangsaan pula sehingga lahirlah
tokoh-tokoh terkenal seperti ulama-ulama terkenal dan guru-guru handal untuk
regenerasi berikutnya. Namun sejak kolonial masuk ke Indonesia nilai-nilai
dalam pesantrenpun luntur dan dalam berbagai bidang lebih cenderung kepada
kolonialisme dan meninggalkan hal-hal yang bersifat spiritual. Maka dari itu
untuk menengahkan permasalahan tersebut
lahirlah salah satu organisasi besar yang ada dari dulu hingga kini yang
menanamkan nilai-nilai kebangsaan adalah NU (Nahdatul Ulama). Peran NU dalam
membangun kebangsaan melalui kader-kadernya dengan beberapa organisasi di
bawahnya seperti PPNU-PBNU dan PMII. Gerakan lainnya seperti Ansor. NU hadir
sebagai perekat bangsa dimana Indonesia sendiri memiliki banyak sekat baik dari
segi agama, sosial, suku, ras, dan kebudayaan sendiri.
Negara dalam Perspektif Agama
Untuk menjalankan negara perlu tokoh
yang dapat dijadikan teladan seperti Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maka NU juga hadir sebagai jalan
tengah pemikiran ideologis antara agama dan negara untuk menyatukan keduanya
sesuai dengan ideologis Negara yaitu Pancasila. Nu atau dikenal Ahlu Sunnah wal
Jama’ah adalah gerakan Islam yang berpijak kepada sunnah nabi yang secara
bersama-sama untuk membangun Islam yang damai tanpa ekstremitas. Ahlu Sunnah
wal jama’ah merupakan gerakan sosial untuk membangun keseimbangan agama dan
budaya.
Membangun Negara dengan Prinsip Keadilan
Kegiatan NU lainnya untuk menjalin
kerukunan umat adalah dengan melakukan kegiatan silaturahmi untuk mempererat
ukhuwah islamiyah. Dengan melihat krisis yang terjadi saat ini seperti
bobroknya nilai-nilai moral maka diperlukannya pengajaran dan pengamalan
Pancasila tanpa melupakan ajaran-ajaran agama. Empat pilar kebangsaan yang
perlu dijaga adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk
menjaga keutuhan antara umat beragama NU konsisten untuk menjaga umat apalagi
non Muslim dari ancaman luar yang dapat menganggu baik fisik maupun nonfisik .
NU konsisten dengan ideologi yang dipegang oleh NKRI terutama mengenai
pluralisme dalam beragama serta menghindari ajaran-ajaran ekstrim Islam yang
hanya mempelajari Islam sekedar dari kulitnya saja.
Agama untuk Membangun Peradaban
Pentingnya kajian Islam Nusantara
adalah agar masyarakat umum sejak dini memahami mengenai peadaban Islam
seharusnya sesuai dengan ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah
satu strateginya adalah mengikuti cara mengajar wali songo yang menyebarkan
agama islam tanpa ekstrimitas namun melalui jalan-jalan doktrin. Hal ini dapat
ditemukan dalam organisasi NU dan organisasi kecil lainnya yang berbasis Ahlu
Sunnah Wal Jamaah. Maka tugas akademisi pula untuk membantu mengembangkan
peradaban berbasis islami dan perguruan tinggi pula sebagai pembentuk karakter
budaya bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar