Mengukur Kecintaan Kepada Rasulullah saw


Tahukah anda tentang Diwan az-Zahra? Sebuah karya tentang kecintaan seorang penyair kepada Fatimah az-Zahra. Zebun bin Mestan Efendi yang menciptakan karya tersebut. Zebun bin Mestan Efendi tak percaya cintanya yang begitu besar kepada Fatimah az Zahra melalui puisi-puisi dan syairnya membuatnya dipenjara. Ia harus menceritakan karyanya di hadapan khalayak umum. Ketika Zebun bin Mestan Efendi hendak berbicara di depan umum, ia di caci, diludahi, hingga dilempar dengan tomat busuk. Setelah memanjatkan puji syukur kepada Allah Swt. Rasulullah, Ahlul Baytnya, serta para sahabatnya, mulailah ia menceritakan kisah.

Sedekah Terbaik dari Khadijah
Ada suatu masa, dimana masa tersebut dikenal sebagai masa pemboikotan. Dikatakan pemboikotan, karena Abu Jahal membuat sumpah agar semua orang di Mekkah tidak berhubungan dengan Rasulullah Saw. dan Bani Hasyim. Baik itu dalam bidang perdagangan, bahkan sampai pada bidang perkawinan. Entah itu bagi Bani Hasyim yang masuk Islam, maupun yang tidak. Pemboikotan ini membuat RasulullahSaw. dan Bani Hasyim meninggalkan kampung halaman mereka sendiri. Mereka kelaparan dan kehausan. Rasulullah Saw. sangat seih hatinya melihat pengikutnya,termasuk istrinya yang selalu setia menemaninya, Khadijah. Khadijah yang dulu kaya rayamemiliki unta sepenuh lembah, seorang pedagang suksesNamun, ketika bersama Rasulullah Saw., ia hanya memiliki kain yang dipakai di badannya. Kain yang lusuh dan ditambal sana sini. Khadijah yang hartanya habis hanya dalam beberapa tahun karena disedekahkan pada orang-orang yang tidak mampu. Dan sedekah terbaik dari Khadijah untuk Muhammad Saw. dan pengikutnya adalah Fatimah az-Zahra.

Kasih Sayang Terindah dari Fatimah Az-Zahra
Fatimah az-Zahra adalah anak yang pemberani dan senantiasa menolong ayahandanya, Muhammad Saw. Suatu ketika, Beliau Saw. sedang shalat di ka’bah. Kemudian Abu Jahal dan kelompoknya menaruh pada punggung Rasulullah Saw.kotoran unta. Ketika Fatimah mendengar hal ini, ia langsung menyingkirkan kotoran dari punggung Rasulullah Saw. Menahun kemudian, perang pun terjadi. kelompok yang menaruh kotoran di punggung Rasulullah Saw. saat sedang shalat tersebut akhirnya tewas semua. Kasih sayang, perhatian dan pengorbanan Fatimah az-Zahra kepada ayahnya kemudian membuatnya digelari ibu bagi ayahnya.

Pengorbanan Terhebat dari Ali Bin Abu Thalib
Sesaat sebelum Rasulullah Saw. berhijrah meninggalkan kota kelahirannya, Mekkah menuju Madinah terdapat suatu kisah yang heroik. Saat itu, Beliau Saw. sudah tahu bahwa ia akan dikepung. Ali Bin Abu Thalib, sepupuh Muhammad Saw. sekaligus menantunya karena menikah anaknya yaitu Fatimah az-Zahra kemudian menggantikanBeliau Saw. di tempat tidur ketika orang-orang musyrik ingin membunuh Beliau Saw. Ternyata orang musyrik gagal karena yang berada di tempat tidur bukanlah Muhammad Saw., tetapi Ali Bin Abu ThalibKetika itu, Rasulullah Saw. sementara dala, perjalanan hijrah ke Madinah. Rasulullah Saw. sungguh sedih karena harusmeninggalkan kota yang dimana ia dilahirkanFatimah menyusul Rasulullah Saw.setelah 10 hari kepergian ayahnya tersebut bersama kakaknya, Ummu Kultsum. Hal ini diketahui oleh orang musyrikin dan berencana menghadang penyusulan putri-putri atas ayahnya. Syukurlah, rencana menghadang tersebut kemudian dihadang pula oleh AliBin Abu Thalib yang masih muda dan gagah perkasa.

Kesyahidan Termulia dari Husein
Karbala! Inilah tempat orang-orang yang berkunjung bisa menangis sejadi-jadinya.Karena peristiwa karbala mengingatkan peziarah tentang kesyahidan Imam Husein as.Suatu ketika, Malaikat menyampaikan kepada Rasullah Saw. bahwa Hasan akan mati karena diracun sedangkan Husein akan mati syahid. Husein akan mati di Karbala dengan cara ditebas kepalanya. Rasulullah Saw. yang mendengarnya menangis sejadi-jadinya. Itulah alasan mengapa Rasulullah Saw. selalu mencium leher Husein yang selalu dipertanyakan oleh Fatimah az Zahra. Husein membela mati-matian kebenaran untuk menegakkan Islam. Saat itu Imam Husein meninggalkan Mekkahmenuju Karbala karena panggilan dari Kufah untuk membaiatnya. Orang-orang kufah di bibir saja akan membela Imam Husein, namun di hatinya justru sebaliknya. Dalam peristiwa karbala, banyak pengikut Imam Husein yang meninggal dan terakhir beliau ditebas kepalanya.

Kecintaan Terhadap Rasulullah Saw. dan Ahlul Baytnya
Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa tolok ukur kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah Saw. adalah sejauh mana ia mencintai keluarga Rasulullah Saw. Pecinta tentu mencinta apa yang dicinta kekasihnya. Jikalau kita mencintai Rasulullah Saw., maka cintailah apa yang dicintainya, yaitu keluarganya yang suci. Merekalah manusia-manusia mulia lagi teladan di alam semesta ini. Riwayat lain mengatakan bahwa seseorang kelak dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Agar kita dibangkitkan bersama dengan Rasulullah Saw. dan keluarganya, cintailah mereka. Wahai Tuhan Sang Pemilik Cinta, penuhkanlah hati kami dengan kecintaan atas-Mu dan atas orang-orang yang Engkau cintai; Rasulullah Saw. dan keluarganya yang suci. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Itu artinya, cinta dan sayang bergantung pada sejauh mana kita mengenalnya. Semoga tulisan ini mengantarkan anda terhadap pengenalan sebagai salah satu langkah untuk mencintai Rasulullah Saw. dan keluarganya.
Selamat mencintai Rasulullah Saw. dan keluarganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar