Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain? Hal ini akan dijawab dalam buku Dale Carnegie dengan judul buku yang sama dengan pertanyaan di atas. Disadari atau tidak, dalam beberapa waktu tertentu kita bersosialisasi dengan orang asing yang sama sekali tidak kita kenal. Kalaupun kita mengenalnya, kita terlalu banyak mengkritik, terlalu ingin mendominasi orang lain dengan cara yang kurang benar. Berikut tips untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan di atas;
Bicarakan Kebaikan Bersama
Terkadang, kita memaksa orang lain mendengarkan kehendak kita walaupun “pemaksaan” itu bertujuan untuk kebaikan bersama. Kita menasihati dengan memarahi. Tentu cara tersebut tidak akan berefek apa-apa. Yang ditimbulkan hanyalah kejengkelan bagi pendengar. Hal yang paling baik dilakukan terlebih dahulu adalahmengenai manfaat yang dari nasehat yang dibicarakan. Tentu hal ini membuatpendengar maklum dan merasa dihargai. Rahasia terbesar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan membuat dirinya merasa penting. Salah satu teknik dasar untuk mempengaruhi orang lain adalah bukan berbicara tentang apa yang kita inginkan melainkan apa yang orang lain inginkan dan menunjukkan bagaimana memperolehnya.
Ingatlah Nama Lengkapnya
Salah satu hal yang membuat kita disambut hangat orang lain adalah membuat orang lain terkesan dengan dirinya sendiri dan tidak mementingkan “keakuan”. Kalau kita hanya berusaha membuat orang lain tertarik kepada kita, kita tidak akan pernah mendapat teman yang tulus dan sejati. Karena teman yang tulus dan sejati tidak diperoleh dengan cara seperti itu. Hal lainnya adalah dengan mengingat nama panjang seseorang yang baru kita kenal. Hal ini sangat berpengaruh karena jarang orang memanggil nama lengkap seseorang dan hanya memanggil nama panggilannya saja. Jika hal ini kita lakukan pada seseorang bukankah meninggalkan kesan yang menarik?
Jadilah Pendengar yang Baik
Cara mudah untuk menjadi pembicara yang baik adalah terlebih dahulu menjadi pendengar yang baik. Hal ini sangat menarik minat orang lain apabila kita mendengarkan secara tulus tanpa dibuat-buat. Seperti yang dilakukan oleh Theodore Roosevelt yang menarik minat orang lain dengan cara mendengarkan orang lain dan terlebih dahulu mempelajari minat seseorang yang menjadi lawan bicaranya. Hal yang paling penting untuk membuat orang lain menyukai anda adalah “membuat diri orang lain merasa penting”.
Jangan Salahkan Pendapatnya
Anda suka berdebat? Jangan mengharapkan apa-apa dari berdebat. Disamping hanya menimbulkan kejengkelan lawan bicara, juga tidak menghasilkan manfaat untuk kebaikan bersama. Cara pasti untuk mendapatkan musuh adalah dengan langsung menyalahkannya. Entah itu dari cara berpikirnya atau tingkah lakunya. Cara untuk menghindarinya adalah dengan cara “tidak langsung menyalahkannya” dan diganti dengan “bukankah lebih baik, kalau begini…dst”. Ketika kita menginginkan orang lain untuk mengikuti cara berpikir kita adalah dengan mengakui kesalahan kita serta meminta maaf.
Bersikap Simpati Pada Orang Lain
Jika anda berdebat, lihatlah apakah perdebatan anda memang perdebatan substansil atau hanya perdebatan mengenai metode. Seperti yang dibahas sebelumnya disini tidak membahas mengenai keakuan melainkan biarkan orang lain mengutarakan ide-idenya dan harapan-harapannya. Kita diharapkan mampu untuk melihat sudut pandang orang lain dan bersimpati terhadap ide-ide orang lain. Dengan melakukan hal ini membuat kita mengerti satu sama lain. Imbauan yang semua orang suka adalah dengan motif yang lebih mulia. Contohnya penagih kartu kredit kepada nasabah dengan cara paksa. Hal ini malah membuat nasabah enggan membayar. Tapi bila dilakukan sebaliknya dan mendengar keluhan dan masukan dari nasabah tentu akan mendorong nasabah untuk membayar tunggakan kartu kreditnya.
Mengoreksi Kesalahan Orang Lain Tanpa Menyudutkannya
Kalaupun anda merasa perlu untuk mencari kesalahan orang lain bukan langsung menghantamnya dengan pernyataan yang kasar melainkan dengan memberitahukannya dengan memuji dahulu terhadap idenya dan memberikan ungkapan seperti “akankah lebih baik, jika…”. Solusi lainnya adalah membicarakan kesalahan kita terlebih dahulu, secara tidak langsung lawan bicara akan meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya juga. Cara untuk memacu orang lain menuju sukses adalah memuji peningkatannya sekecil apapun dan pujilah setiap perbaikan yang ia perbuat. Buatlah kesalahan orang lain agar mudah diperbaiki yaitu dengan cara mendorong dirinya agar terus berkembang menjadi lebih baik. Jadi, untuk memperbanyak teman yang baik, perbanyaklah dulu memperbaiki tindakan kita terhadap orang lain.
Selamat menuju kebaikan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar