Bagaimana belajar cerdas berbasis otak?
Mari memulainya dengan sebuah analogi. Apabila anda terkena penyakit ginjal
mungkin anda dapat mencangkok ginjal orang lain dan ginjal anda akan sehat
kembali, lalu anda tetap yang anda dulu. Tetapi tidak dengan otak. Ketika anda
mencangkok otak orang lain, anda bukanlah diri anda melainkan orang lain. Otak
hanya sebesar satu tangkai buah anggur yang dilindungi oleh batok kepala.
Otaklah yang mengontrol sifat dasar manusia seperti belajar, makan, tidur dan
sebagainya. Otaklah yang memiliki peranan penting untuk memerintah seluruh
anggota tubuh kita melalui sistem saraf.Relevansi Otak dan Usia
Dalam kehidupan mungkin anda sering mendengar bahwa kekuatan otak akan melemah sesuai dengan usia. Mungkin itu teori jaman dahulu yang sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang. Faktanya, ketika para peneliti menguji dan mengumpulkan beberapa lansia yang dibagi menjadi dua kelompok, maka kelompok pertama ditekankan untuk berperan aktif seperti olahraga dan yang satunya tidak demikian. Maka hasil penelitian membuktikan bahwa lansia yang berperan aktif dalam kegiatan salah satunya dalam olahraga perkembangan otaknya lebih meningkat dan mudah menghapal sesuatu. Sebaliknya, malah tidak ada perkembangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa otak anda akan tetap terus berkembang seiring bertambah usia, asalkan anda berperan aktif baik itu belajar, berolahraga, dan mengurangi makanan yang berlemak dan mengkomsumsi makanan yang sehat. Perkembangan otak hanya akan mundur apabila anda terserang penyakit sepert Alzhemeir atau Diabetes.
Cerdas dengan Makanan
Anda perlu asupan makanan yang cukup untuk menutrisi otak dan menyebarkannya keseluruh tubuh. Menurut beberapa hasil penelitian orang zaman purba yang tinggal di daerah laut lebih berkembang otaknya dibandingkan yang tinggal jauh dari laut. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan mereka lebih banyak mengkomsumsi ikan yang mengandung Omega 3 yang sangat bagus untuk otak. Selain ikan, anda juga dapat mengkomsumsi sayur-sayuran seperti bayam. Disarankan agar tidak terlalu lama merebus sayuran dan dengan sedikit air. Anda juga dapat mengkomsumsi buah-buahan seperti prem, apel, dan anggur sebaga antioksidan agar melindungi otak anda dari radikal bebas yang dapat memperlambat pertumbuhan otak. Ada baiknya juga anda mengkomsumsi daging secukupnya seperti daging kerbau.
Cerdas dengan Gerakan
Untuk menjadi cerdas tidak hanya cukup
mengkomsumsi makanan yang sehat tetapi dalam perkembangan untuk belajarpun anda
perlu gerakan-gerakan tertentu. Jika anda seorang pengajar janganlah mudah
marah apabila seorang peserta didik memainkan pulpen, banyak menggerakkan kaki,
memainkan rambut, atau sibuk mencoret-coret. Ada beberapa sel yang bekerja dan
itulah proses belajarnya. Saat itu peserta didik anda bukan sedang bermain-main
tetapi berfikir dan menyerap ilmu yang ia terima dari anda. Maka dari itu sejak
bayi seorang anak harus didik lebih banyak berperan aktif agar perkembangan
belajarnya cepat dan mudah
Cerdas dengan Pengayaan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa
otak anda akan berkembang apabila anda latih secara terus-menerus. Dilatih
dalam artian bahwa otak anda akan berkembang apabila dirangsang terus menerus.
Pengayaan dalam otak adalah melakukan perangsangan terhadapnya. Pengayaan
terhadap otak berpengaruh terhadap lingkungan. Maka berkumpullah atau buatlah
lingkungan positif yang dapat merangsang otak. Pengayaan otak dapat dilakukan
dengan membaca, berolahraga, dan hal-hal lainnya dalam membantu merangsang
otak. Menurut penelitian terlalu banyak menonton televisi merupakan kegiatan
yang dapat merusak otak dan membuatnya menjadi begitu pasif.
Otak sangat menyukai tantangan baru,
membaca hal-hal yang baru, berinteraksi dengan lingkungan yang baru, aktif di
kelas atau pembelajaran yang aktif di kelas, dan kegiatan aktif lainnya. Maka
dari itu agar otak anda cerdas anda butuh pengayaan pula terutama terkhusus
untuk bayi. Biasakan agar anda berperan aktif dalam tumbuh kembang bayi. Dari
mulai selalu memberinya sentuhan khusus yang dapat meningkatkan peran aktif
bayi, memberikan ASI bukan susu formula, dan lebih banyak memberikannya
pembelajaran seperti musik, pengetahuan-pengetahuan ringan, ekspresi dan mimik
muka. Hal ini sangat berpengaruh untuk bayi. Mungkin anda akan kikuk seperti
berbicara sendiri, namun sikap anda dapat dimengerti oleh bayi bila dilakukan
secara rutin. Apabila anda melakukannya ini sejak kecil maka perkembangan dan
pertumbuhannya secara dewasa sangat mempengaruhi otaknya agar cerdas. Untuk
lebih lengkapnya, penulis merekomendasikan anda untuk merujuk pada buku belajar
cerdas karya Jalaluddin Rakhmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar