Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Memulai awal tahun 2020, saya akan kembali meresensi buku berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson. Dalam tulisannya kali ini menekankan dan menyadarkan kita dari desional pribadi bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan terbatas (walaupun ada yang beranggapan bahwa manusia ada makhluk paling sempurna, whatever!). Mark mengajarkan kita untuk memahami batasan diri serta memahami dan menerimanya. 


Berhenti berusaha
Ada sebuah cerita seseorang yang bekerja di Kantor Pos, dalam 30 tahun hidupnya hanya dihabiskan untuk bermabuk-mabukan, meniduri perempuan mana saja yang ia ingini, bahkan menghabiskan sisa-sisa gajinya dalam judi pacuan kuda. Tapi dibalik itu ia masih menulis puisi-puisinya yang kasar dan tidak bermoral yang sudah sangat jelas akan ditolak media manapun. Namun, dibalik tulisan-tulisannya yang kasar dan menjijikkan ada seseorang aneh yang tertarik dengan tulisannya, singkat cerita ia menjadi terkenal dan memiliki segalanya. Hal yang dia sadari adalah dirinya adalah pecundang dan akan tetap seperti itu. Ia menerima kekurangan yang ada dalam dirinya. Lantas, ketenaran dan kekayaan merubah dirinya? Tentu tidak. Dia tetap akan mabuk-mabukan, meniduri perempuan manapun, dan judi pacuan kuda. Stigma masyarakat kita secara umum mengganggap adalah ketenaran adalah perubahan diri menjadi lebih baik. Padahal hal itu alan sedikit terjadi secara bersamaan. Dari semua tulisan Mark yang paling mendekati saya pribadi adalah ketika saya membaca buku untuk terapi berpikir positif untuk diri saya sendiri. Dan itu jelas berdampak kepada saya memilah-milah sikap saya yang buruk dan merubah itu semua. Tapi jujur itu tekanan buat saya merubah itu dan tidak menerima diri saja dan tidak pernah menjadi diri saya sendiri, tidak sama seperti yang dilakukan pemabuk yang bekerja di Kantor Pos tersebut. Jika anda merasakan hal yang sama seperti saya, Mark hanya menuliskan berhenti berpikir dangkal dan palsu. Bersikaplah menerima kekurangan diri dan akui itu. Untuk menjadi pribadi yang baik bukan memedulikan berbagai macam hal, tetapi memedulilan hal yang sederhana, hanya peduli kepada apa yang benar dan mendesak untuk merubah pribadi menjadi lebih baik. Itulah seni bersikap bodo amat. Mark hanya menekankan jangan terlalu cemas dengan kecemasan anda, jangan ketakutan dengan rasa takut anda sendiri. Mungkin hari ini hanya kurang beruntung dan anda melihat feed teman-teman anda berbahagia. Tenang saja dunia ini benar-benar keparat, memang seperti itu, dan akan seperti itu adanya. Anda hanya perlu mengatakan "saya merasa buruk, tapi terus kenapa? Apa pedulimu?" Kemudian anda berhenti membenci diri anda sendiri saat merasa begitu kecewa. Masa bodoh atau bodoamat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.

Kebahagiaan itu Masalah
Orang kaya akan menderita dengan kekayaan, orang miskin akan menderita dengan kemiskinannya. Orang yang mengejar duniawi akan menderita dengan keduniawiannya. Orang kesepian akan menderita dengan kesepiannya. Kita selalu menggangap bahwa hidup kita paling menderita, namun kita lupa ada yang lebih menderita dari kita. Penderitaan memiliki porsinya masing-masing. Kebahagiaan itu masalah. Kita akan selalu menginginkan sesuatu yang lebih, entah karir yang menanjak, menambah momongan, ataupun rumah yang lebih besar. Masalah akan selalu datang silih berganti dan anda tidak akan bisa menghindarinya. Kebahagiaan hanya akan datang ketika anda berhasil memecahkan masalah anda. Apapun masalah anda, konsepnya sama selesaikan dan berbahagialah. Tapi beberapa orang akan mengatakan tidak akan sesederhana itu karena mereka menyangkal bahwa mereka tidak punya masalah dan mentalitas korban bahwa mereka memilih tidak ada yg dapat mereka lakukan padahal mereka sanggup. Ketika anda ditanyakan apa yang inginkan dalam hidup? Mungkin ada yang menjawab saya ingin sukses berkarir atau memiliki pasangan . Tapi ketika anda ditanya rasa sakit apa yang inginkan dalam hidup? Apa yang membuat anda rela berjuang? Sebagai contoh seseorang ingin mendapatkan karir puncak, namun apa dia bersedia menderita selama 60 jam minggu kerja, perjalanan pulang pergi kantor yang jauh, berkas yang memuakkan, menghadapi hierarki perusahaan yang sewenang2? Hampir semua org menginginkan pasangan dan seks yang memuaskan, tapi apakah setiap org mau menghadapi percakapan yg alot  keheningan yg menyiksa, perasaan yg tersakiti, dan psikodrama emosional yang sampai ke sana. Ini adalah komponen hidup yang paling sederhana dan mendasar, perjuangan kita menentukan kesuksesan kita. Permasalahan kita melahirkan kebahagiaan kita. Kebahagiaan terletak pada pendakian itu sendiri.

Anda Tidak Istimewa
Hidup glamour atau memamerkan apapun di media sosial salah satu contohnya tidak benar-benar membuat anda istimewa. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini membuat anda seperti melakukan hal-hal yang mustahil untuk dilakukan. Segelintir orang yang menjadi sukses menyadari bahwa mereka tidak istimewa. Mereka terobsesi dengan perbaikan diri mereka sendiri sehingga mereka menjadi istimewa. Mereka mengerti bahwa mereka benar-benar biasa saja dan masuk golongan rata-rata dan mereka menjadi jauh lebih baik. Apapun yang mereka lakukan entah itu tidak berdampak sama sekali kepada dunia bahkan kepada diri sendirinya, mereka menelan pahit-pahit itu. Namun mereka akan berusaha lebih baik, lebih kokoh, dan lebih hidup. 

Nilai Penderitaan
Ketika ketika menganut nilai-nilai yang buruk, standar buruk yang kita terapkan pada diri sendiri dan orang lain, sebenarnya kita sedang mencurahkan hal-hal tidak penting yang membawa nilai penderitaan kita sendiri. Sama halnya ketika kita mrngabut nilai-nilai yang baik, kita mampu mengalihkan hal-hal yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan secara lahir dan bathin serta memunculkan kebahagiaan, kesuksesan, dan kenikmatan sebagai efek sampingnya.

Anda akan selalu memilih
Seorang hakim harus menilai bagaimana menjatuhi hukuman kepada seseorang dan seberapa lama pantas org itu mendaptkan hukum itu seadil-adilnya. Hakim tetap bertanggung jawab atas kesalahan yang bukan ia buat. Kita akan selalu bertanggung jawab terhadap yang bukan kesalahan kita. Kesalahan merupakan hasil dari pilihan yang telah diambil. Sedangkan tanggung jawab merupakan hasil dari pilihan yang sedang anda ambil saat ini. Ketika anda menyatakan kesalahan dari pembicaraan saya saat ini berarti itu murni kesalahan saya dalam berpikir, tapi ketika anda membaca pernyataan saya ini merupakan tanggung jawab anda sepenuhnya ini menerima pernyataan saya saat ini atau tidak. Ada perbedaan antara menyalahkan org lain atas situasi yg terjadi apada anda atau memang orang itu sungguh bertanggung jawab atas keadaan yg anda alami. Banyak org yg mungkin bisa disalahkan atas ketidakbagiaan anda, tapi tdk ada seorangpun yg bertanggung jawab atas kebahagiaan anda kecuali anda sendiri. Karena anda harus memilih  bagaimana anda memandang sekitar anda, menilai sesuatu, dan bereaksi. Kita tidak bisa menyalahkan seseorang karena dirampok karena meski demikian itu masih menjadi tanggungjawab mereka entah mereka membutuhkan pisikiater terapi atau tidak melakukan apapun untuk membuat pilihan .mereka tidak dapat disalahkan atas masalah dan hambatan mereka tetapi senantiasa bertanggungjawab untuk melanjutkan hidup apapun permasalahan yang mereka hadapi dan untuk membuat pilihan terbaik semampu mereka dalam situasi apapun . Orang-orang yang secara konsisten membuat pilihan terbaik dalam kondisi apapun yang terburuk mereka adalah orang yang memenangkan permainan dalam kehidupan mereka sendiri.

Anda keliru tentang semua hal (tapi, saya pun begitu)
Anda pernah pasti berasumsi bahwa ketika anda jatuh cinta pada seseorang, kemudian kisah itu berakhir, anda mungkin tidak akan pernah jatuh cinta lagi, tentu tidak demikian. Anda pernah berasumsi bagaimana cara kakak anda bisa menyelinap dari rumah tanpa diketahui orang rumah, ternyata kakak anda kabur dari jendela tidak hilang begitu saja. Bahkan kadang Mark sendiri harus membaca ulang tulisan-tulisan dahulu dan memperbaikinya terus menerus lagi dan lagi. Seperti layaknya Michael Jordan berkata bahwa kita akan gagal dan gagal terus sebelum kita berhasil. Itu pertanda baik, berarti kita berkembang dan mau menjadi lebih baik. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar