Filsafat sudah dikenal sejak zaman Yunani. Dari filsafat mistik, alam, hingga materi. Dari perkembangan filsafat islam hingga ke Eropa. Lalu bagaimana dengan filsafat kehidupan? Apakah sesungguhnya hakikat kita sebagai manusia? Apa sesungguhnya hakikat kita diciptakan? Apakah hanya sebagai khalifah di bumi? Atau mencari jalan untuk menyempurnakan diri belaka untuk kembali kepada pencipta?
Akal
Menurut Prof. dr Hamka dalam bukunya ada tiga perkara yang di rindukan oleh orang berakal. Pertama, memikirkan hari kemudian. Kedua, merindukan kelezatan dunia. Dan ketiga, mencari arti hidup. Akal takkan pernah lepas dari malu dan agama. Dengan akal seseorang dapat membedakan mana baik dan buruk buat dirinya. Mana yang bisa diharapkan atau merugikannya. Mengingatkan mengenai aib dirinya, dibandingkan sibuk dengan aib orang lain. Akal pula yang mengingatkan untuk tidak merendahkan orang lain, karena disadari manusia sama saja dihadapan Tuhan, karena manusia sendirilah yang membuat sekat sekat sosial. Manusia berakal tidak dipandang dari segi betapa necis nya pakaian dan sepatu atau seberapa kayanya ia, manusia berakal adalah manusia berilmu, atau manusia beragama, atau manusia yang baik budi nya. Manusia berakal bisa memiliki satudi antara ketiganya, atau perpaduan antara ketiganya contohnya dalam Islam Nabi Muhammad SAW.
Hukum Alam
Semenjak dahulu di alam ini telah adanya agama agama di bumi. Alam diciptakan Tuhan agar sebagai tempat bermukimnya manusia sehingga sekarang dikatakan bumi. Alam dan makhluk hidup saling berhubungan dan bergantung. Sehingga alam dan manusia harus saling menjaga serta melindungi satu sama lain bukan merusak. Semua diciptakan Tuhan berdasarkan perannya masing- masing seperti peredaran bumi mengelilingi matahari, bulan, proses terjadinya hujan membasahi bumi, dan banyak lagi. Maka dengan itu keutamaan manusia sangat berperan penting, apakah ia memikirkan dirinya saja, memikirkan orang lain saja, atau menyeimbangkan keduanya. Tidak hanya kepada orang lain, namun kepada alam juga. Sehingga manusia untuk mencapai keutamaan itu adalah dengan iffah yaitu melindungi diri dan syaja'ah yaitu bagaimana perbuatan kita terhadap orang lain. Buah keutamaan adalah budi yaitu berbuat kebaikan. Hal hal yang menghambat kita berbuat kebaikan adalah dengan halangan dan kelalaian kita sebagai manusia.
Adab kesopanan
Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah dengan menggunakan akalnya. Akalnya sudah membedakan mana baik dan buruk sesuai dengan pengetahuannya. Akal yang baik tidak akan ada harganya tanpa dibarengi dengan adab kesopanan. Beberapa contoh kesopanan dalam islam adalah salah satunya bagi laki-laki dan perempuan yang dimana harus menjaga mata dan perhiasannya dari lawan jenis yang bukan muhrimnya, jangan merusakkan hubungan di keduanya, menghormati ibu dan bapak. Sopan pula kepada rasulullah dengan mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang tidak disukainya. Kesopanan kepada tuhan merupakan kemenangan yaitu dilakukan dengan kecerdasan akal manusia dan sopan santun nya.
Kesederhanaan
Banyak orang yang hanya mengembangkan syahwatnya sehingga mengorbankan segala harta bendanya, mengambil apa yang menjadi hak istri dan anak-anak nya, hingga jatuh melarat ia. Hidup sederhana bukan hanya sekedar membatasi dari segi makanan, pakaian, hingga pergaulan. Hidup sederhana adalah hidup tidak berlebihan bahkan berkekurangan. Awal mula memulai hidup sederhana adalah memikirkan apa tujuan dan niat kita sehingga apa yang dilakukan menjadi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Sederhana juga perlu dalam keperluan hidup, jangan sampai seperti besar pasak daripada tiang, dimana besar kemauan daripada pemasukan penghasilan pribadi. Hal inilah terjadi carut marut korupsi. Sederhana berfikirpun demikian. Seorang penulis takkan menjadi penulis handal tanpa membaca dan menulis dari hati. Kitapun harus sederhana mencari pangkat dan nama, jangan sampai berbuat kebaikan hanya demi mencari muka di depan orang lain.
Berani
Berani dibagi menjadi dua yaitu berani dalam pikiran dan berani dalam perbuatan. Dalam pikiran meyakini kebenaran dan dalam perbuatan bertekad untuk mencapai kebenaran itu. Buah keberanian dapat dilihat dari misalnya beberapa pahlawan kita yang berani membela tanah air dimana namanya dikenal dalam sejarah.
Keadilan
Manusia tidak akan lepas dari sosial masyarakat. Terutama dalam lingkup keadilan. Keadilan yang dimaksud disini bukan sama rata, melainkan sesuai dengan porsinya masing-masing. Di dalam dasar hukum dunia keadilan membagi tiga menjadi persamaan, kemerdekaan, dan hak milik. Persamaan meliputi mendapatkan hak pendidikan, sama di depan hukum, mengeluarkan pendapat, dan banyak lagi. Kemerdekaan meliputi diri manusia satu dengan lainnya tidak ada perbandingan, ia dilahirkan di dunia dalam keadaan merdeka. Serta hak milik, dimana pemerintah tidak bisa ikut campur baur harta milik warga negaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar