Mata
Air Keteldanan dalam Pengamalan Ketuhanan
Sangat
banyak pengamalan dari para tokoh terdahulu yang sebagian kita anggap kuno
namun merupakan pemimpin sejati yang patut dijadikan panutan. Mengapa penulis
mengatakan demikian? Karena pemimpin-pemimpin terdahulu memaknai Pancasila dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohya Bung Hatta
perwakilan Presiden RI pertama. Beliau sangat mengidamkan sepatu bermerek
Bally, namun tabungannya tidak pernah cukup lantaran uang tersebut dikenakan
untuk keperluan rumah tangga dan bantuan kepda kerabat serta sanak keluarga.
Padahal bila dilihat dari jabatannya beliau dapat saja menggunakan uang negara
sesuka hati tanpa rakyat mengetahui, namun beliau memegang prinsip ketuhanan.
Dimana segala yang beliau lakukan pasti Allah mengetahui. Tokoh lainnya seperti
Abdurrahman Wahid atau kita kenal dengan nama Gus Dur. Beliau adalah panutan
toko yang toleran baik kepada sesama muslim dan nonmuslim. Beliau menghapus
sekat-sekat beragama yang membuat manusia terkotak-kotak dalam kehidupan. Hal
terpenting dari keberagaman beragama adalah toleransi antara satu dengan
lainnya, bukan mengkafirkan satu dengan lainnya.
Pembahasan mengenai
Pancasila hanya menjadi butiran biasa dalam lingkup pembelajaran bahkan dalam
praktiknya sendiri. Padahal banyak tokoh-tokoh nasional yang dapat dijadikan
panutan dengan memiliki nilai-nilai Pancasilais. Pancasila sudah dirangkum menjadi
5 sila yang dengan tujuan agar kita mudah memahami, mengambil serat dari makna
tiap sila, dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan buku Yudi
Latif ini adalah memaparkan kepada kita bagaimana Pancasila dalam perbuatan.
Mata Air Keteladanan dalam Pengamalan Kemanusiaan
Memperjuangkan kemerdekaan
dan kedaulatan negara dapat dilakukan dengan menampilkan jati diri bangsa di mata
dunia. Kemerdekaan Indonesia pertama kali diakui oleh negara Mesir kemudia
menyusul negara-negara lainnya. Negara India juga berperan penting dalam
memerdekakan Indonesia, sehingga melakukan kecaman atas tindakan yang dilakukan
oleh Belanda pad warga negara Indonesia melalui sidang PBB sehingga menjadi
perhatian dunia. Ini adalah bukti kemanusiaan yang dilakukan, sehingga
Indonesiapun harus turut serta apabila terjadi pelanggaran HAM di negara
lainnya.
Pengamalan Persatuan
Persatuan tidak membahas sekat-sekat antar golongan,
melainkan menyatukan beragam etnis, suku, dan budaya. Salah
satu contohnya dapat dilihat melalui pendirian sekolah multikultural.
Siswanya tidak lagi memilah memilih teman, mereka akan di
didik untuk saling berbagi dan menghargai satu sama lain. Kisah
lainnya dan dilihat dari perjuangan Ki Hajar Dewantara ketika
berkeliling dengan sepedanya hanya untuk menyampaikan kepada masyarakat
Yogyakarta bahwa Indonesia telah merdeka.
Mata Air Keteladanan Pengamalan Keadilan
Patut diambil contoh
seperti yang dilakukan Ibu Risma selaku Walikota Surbaya kala itu. Beliau mengambil
tindakan tegas untuk menutup tempat pelacuran “Dolly” yang terbesar. Walaupun hal
ini mendapatkan banyak kecaman, namun Ibu Risma pantang mundur dan tidak takut
akan terjadinya kritik terhadap penguasa-penguasa yang berkepentingan. Dari hasil
penyidikan, banyak remaja yang bekerja di tempat tersebut. Ibu Risma tidak
hanya menelantarkan mereka, tetapi mereka diberikan didikan moral. Inilah bentuk
keadilan kepemimpinan yang seharusnya banyak terjadi di beberapa daerah di
Indonesia. Pemimpin yang tegas, adil, berwibawa, cerdas, dan tidak takut
apabila jabatannya dilepas akibat penguasa-penguasa yang memiliki banyak
kepentingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar